Membuat semangat tetap menyala dengan DAILY PHOTO Project

Kasus yang paling sering terjadi pada para peng-hobby fotografi adalah kebosanan dalam memotret, dengan alasan paling utama adalah bingung mau motret apa.. hehehe… padahal, itu kamera belom sepenuhnya dikuasai dan dimengerti semua fiturnya, terus karena melihat hasil teman lain yang lebih bagus dengan kamera yang lebih terbaru serinya, jadilah yang disalahkan adalah kamera yang dimiliki sekarang. Alasannya karena kamera yang dipakai bukan yang terbaru, maka fotonya gak bagus… hehehe… pembaca blogku ini ada yang begitu gak ya ? ūüôā

Sebenarnya hal yang paling jadi masalah adalah karena kita malas berlatih memotret dan memahami teknik teknik fotografi serta menguasai menu yang ada dikamera. Seringkali kita berharap dengan belajar pada seseorang maka kita secara instan akan bisa memotret dengan baik. Contohnya ada yang menanyakan kalau jam 12 siang motretnya harus pakai ISO berapa, Speed berapa dan bukaan Diafragma berapa. Bukannya mencoba memahami Segitiga Ekposure, tapi malah menghafalkan angka Speed, F dan ISO. Padahal gak ada ketentuan yang pasti dalam fotografi dan juga gak ada yang instan.

Tetapi yang paling sering hal ini terjadi pada fotografer yang tidak atau kurang memiliki motifasi atau semangat untuk memotret, jadi tujuan beli kamera hanya karena ikut ikutan atau biar terlihat keren nenteng kamera kemana mana, nah… ada yang masuk golongan ini gak ya ? hehehe

Tampilan Blog Daily Photo saya di http://mydailyshutter.blogspot.com/ 

Salah satu cara yang ampuh untuk tetap membuat semangat memotret tetap menyala adalah dengan membuat project pribadi yang dikenal dengan istilah “Daily Photo”. Pada Daily Photo ini kita menantang diri sendiri untuk meng-upload setidaknya satu foto sehari kedalam blog foto.

Kenapa saya menyarankan melakukan upload di blogspot? karena jika kita lakukan upload di media sosial seperti Google Plus, Facebook, Instagram atau lainnya akan ada beberapa kendala yang diakibatkan karena seringkali kita belum pe-de dengan hasil kita disaat belajar motret, sehingga akan jadi rada takut upload di sosial media jika diberi komentar yang destruktif.

Dengan melakukan upload ke Blog, kita memiliki dokumentasi dari proses belajar kita dari awal hingga saat ini, sehingga suatu saat kita jadi belajar dari perjalanan kita memotret dan bisa memotifasi diri untuk menjadi lebih baik.Project Daily Photo pribadi saya dimulai sejak 22 July 2011 hingga 12 Desember 2013, saya namakan project pribadi saya terebut dengan nama¬†My Daily Shutter. Saya menjadikan kalimat dari¬†Ansel Adams¬†sebagai penyemangat saya,¬†“There are no rules for good photographs, there are only good photographs”. Sebenarnya proses yang saya lakukan tidak termasuk lama, hanya lebih kurang 2,5 tahun. Dalam rentang waktu tersebut saya memotret apa saja, mulai dari landscape, fotoin teman cewek buat dijadiin model, street photography, belajar juga motret Fashion, motret produk juga dijabanin serta motret makro bunga dihalaman.

Dengan tidak membatasi diri pada suatu genre tertentu, membuat saya cukup tahu sedikit demi sedikit beberapa trik untuk memotret lebih baik, hingga akhirnya saya lebih menfokuskan untuk lebih mempelajari dan memotret Fashion, Model dan Street Photography yang menjadi passion saya, serta daro memotret sudah mulai memberikan penghasilan mulai dari pemotretan PreWedding hingga pemotretan Event. Saya hentikan project tersebut bukan karena sudah berhenti belajar, namun lebih karena saya sudah merasa lebih Pe De dari sebelumnya dan membuat website sendiri serta aktif di media sosial.

Hingga sekarang saya tetap berusaha membuat project pribadi yang sifatnya menantang diri sendiri untuk membuat karya yang lebih baik, beberapa project pribadi saya saat ini bisa dilihat di Gallery saya mengenai Photo Project di http://www.purnawanhadi.com.

Photo Project di www.purnawanhadi.com

Kesimpulan saya dalam hal semangat untuk tetap memotret adalah sebuah motifasi untuk terus belajar dan belajar menghasilkan foto yang lebih baik. Tidak ada kata berhenti atau cepat berpuas diri.

Kamera, sebagai alat utama dalam memotret tetaplah “hanya” sebagai alat, hal yang paling penting dalam memotret terletak sekitar 2 inchi dibelakang kamera saat kita membidik menggunakan view finder. Jadi jangan menyalahkan kamera jika hasil foto kita masih kurang baik, coba untuk lebih introspeksi dan belajar baik dari teman, orang lain maupun bacaan yang sekarang mudah didapat di internet.

Semoga tulisan saya kali ini bisa memberi motifasi pada teman teman untuk “menyalakan” motifasi untuk memotret lebih baik dari hari ke hari.

Salam,

Purnawan Hadi
www.purnawanhadi.com 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s