Sunny 16 – Aturan yang harus diketahui oleh penggemar Kamera Analog

Saat ini dikalangan penghobi Fotografi mulai kembali menyukai kamera analog, iya… kamera yang bukan digital. Tantangannya memang sungguh beda dengan kamera digital, dimana pada kamera digital kita bisa langsung lihat dan koreksi hasil foto langsung pada layar LCD namun pada kamera analog harus nunggu hasil filmnya dicetak atau di-scan dahulu.

NIKON_FM2

Apapun tantangan yang ada pada kamera analog manual, tantangan terbesar adalah menentukan setting saat pemotretan agar tidak terjadi under atau over exposure yang berlebihan. Dengan isi film hanya sekitar 36 shoot per-rol film, tentunya penempatan polisi setting segitiga exposure yang tepat akan menjadi hal yang sangat penting, karena hasil foto tidak bisa dilihat secara langsung.

Untuk itu ada sebuah aturan yang dikenal dengan nama “SUNNY 16”, yang dalam Bahasa aslinya berbunyi :

The basic rule of thumb states that if you have a clear, sunny day and your aperture is at f/16, whatever ISO you are using, your shutter speed will be the reciprocal value of that ISO value (ISO X = 1/X seconds shutter speed)

Dalam hal ini yang jadi patokan adalah cuaca yang cerah (Sunny) dan kita gunakan bukaan diafragma f/16, berapapun ISO yang digunakan, shutter speed harus sama dengan rumus ISO x = 1/x.

Jadi contohnya, jika cuaca cerah, kita gunakan f/16, jika ISO yang digunakan 100, maka shutter speed adalah 1/100. Nilai shutter speed ini akan ditentukan oleh nilai ISO yang digunakan, jadi jika ISO 200, maka shutter speed adalah 1/200 dan seterusnya.

Pertanyaannya adalah, bagaimana jika cuaca saat pemotretan tidak cerah? bagaimana jika berawan, mendung atau suasana sunset ?

Ini jawabannya :

sunny-16-rule

Logikanya adalah jika makin gelap cuaca atan pencahayaan yang ada, maka bukaan diafragma harus dibuka lebih besar, sehingga cahaya yang mask ke sensor film akan lebih banyak.

Jika teman teman pengguna Digital-SLR pensaran untuk mencobanya, bisa dilakukan dengan kamera dan lensa apapun juga. Ini juga jadi salah satu patokan saya untuk menetukan bukaan Diafragma dan Speed dalam pemotretan.

Namun untuk lebih serunya, dapat dicoba dengan menggunakan kamera Digital – SLR tetapi dengan lensa manual seri analog. Kita akan bahas hal ini dilain waktu. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam,

Purnawan Hadi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s