Freeze Motion – Membekukan gerak pada Fashion Photoshot

Dalam sesi pemotretan fashion photography, pose dan posisi model tidak harus selalu diam. Untuk menunjukkan dan membentuk suasana yang dinamis, terkadang diperlukan sebuah gerakan yang akan membuat foto menjadi lebih bagus.

Kali ini dalam sebuah pemotretan untuk sebuah distro yang cukup ternama di Kota Solo – Jawa Tengah, pemotretan dilakukan dialam ruangan toko dan setelah saya melakukan pengamatan beberapa hari sebelum pemotretan, saya memutuskan untuk melakukan pemotretan dimalam hari dengan pertimbangan pencahayaan didalam ruangan toko yang cukup dramatis dan dapat memberikan warna tersendiri nantinya.

Sebelum sesi pemotretan dilakukan, saya sudah membayangkan posisi model dan setting lighting. Seperti yang ditunjukkan pada skema dibawah ini :

Screen Shot 2018-01-13 at 15.53.28
www.lightingdiagrams.com

Dalam rencana saya, model nanti akan menggerakkan kepalanya agar mendapatkan efek rambut yang bergerak dan untuk itu point yang paling penting adalah kecepatan shutter speed harus cukup tinggi.

Langkah pertama adalah menentukan Shutter Speed, saya menggunakan shutter speed  1/100 detik, karena menurut saya dengan kecepatan segini sudah cukup membuat efek freeze atau membekukan gerakan. Karena dengan kondisi pencahayaan didalam toko saat itu, jika kecepatan shutter kurang dari 1/100 kemungkinan gerakan yang terjadi akan menjadi blur, namun jika lebih tinggi dari 1/100, akan membuat cahaya yang masuk ke sensor kamera menjadi lebih sedikit dan membuat ISO nantinya akan menjadi terlalu tinggi.

Purnawan_Hadi-1513
ISO 2000, F/4, Shutter 1/100, Lens 18-105 at FL 25mm
Purnawan_Hadi-1507-2
ISO 2000, F/4, Shutter 1/100, lens 18-105 at FL 25 mm

ISO saya set pada angka 2000, agar masih bisa mendapatkan detail pada area sudut frame foto atau area bayangan . Karena saya menggunakan flash, saya mengatur besaran intensitas cahaya nanto dari kekeuatan dan sebaran cahaya flash.

Untuk bukaan diafragma, saya putuskan diangka F/4. Hal ini agar detail dan ketajaman foto masih bisa dapat, karena dalam konsep foto ini saya tidak berencana untuk mendapatkan efek bokeh atau blur, jadi pop-up objek difoto ini akan dihasilkan dari pencahayaan.

Hasilnya bisa dilihat pada foto diatas, dimana flash diposisi kanan depan berfungsi sebagai main light, sumber cahaya yang membrikan efek pop-up pada object dan flash di kanan belakang berfungsi menambahkan rim-light pada rambut. Sedangkan cahaya lampu toko, sebagai available light tetap memberikan warna pencahayaan sendiri pada latar belakang.

Semoga sharing ini berguna bagi pembaca sekalian.

Salam,

Purnawan Taslim Hadi | www.purnawanhadi.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s